bayupura

Seputar kehidupan kita

Telur Kolumbus

Berita penemuan benua baru oleh Columbus membuat heboh kota Sevilla, Spanyol. Saat Columbus tiba dari benua baru ke Spanyol ia dibiayai oleh penguasa Sevilla untuk mencari benua India, Granada baru saja jatuh, kota terakhir yang dikuasai Muslim sudah diinvasi pasukan Isabella dari Aragon, isteri dari Raja Sevilla. “Kunci dari kekayaan kerajaan Islam adalah India, temukan jalur tercepat dari semenanjung ini ke India”. Pernyataan Isabella ini bukan saja meluas hanya di wilayah Spanyol tapi juga menjadi sebuah pertandingan dagang ke seluruh negara-negara Eropa. Sebelumnya Eropa mengalami kenyamanan dengan jalur sutera setelah diadakannya perjanjian Pax Mongolica setelah penguasa-penguasa Mongol menguasai Asia, namun di tahun 1300-an Konstatinopel jatuh ke tangan Turki, setelah perang Salib jalur sutera di sabotase. Itulah kenapa kelompok-kelompok dagang Eropa berusaha mencari anak benua India, India yang dimaksud sebenarnya bukan India yang kita kenal sekarang, tapi sebuah kepulauan yang menghasilkan rempah-rempah, saat itu harga rempah-rempah lebih mahal daripada emas. Kepulauan itu sekarang dikenal sebagai Indonesia.

“Penemuan pintu masuk ke India ini” menggemparkan banyak orang, dua minggu setelah Columbus pulang dari “India” banyak orang ingin tahu lalu Columbus diundang oleh Marcos Sandriano de Malaga seorang saudagar paling kaya di Sevilla untuk menceritakan perjalanan-nya, apalagi Columbus membuktikan bahwa dunia ini bulat tidak datar, sementara ada anggapan bahwa berlayar ke ujung Atlantik akan menemukan jurang dunia yang amat dalam, sesuai dengan doktrin “dunia itu datar, dan ujung dunia adalah ujung menuju kedalaman tak terhingga” Tapi Columbus berhasil membuktikan dengan mengarungi Atlantik ia menemukan “Jalan Menuju India”.

Di pertemuan yang dihadiri banyak pelaut-pelaut ulung dan bangsawan-bangsawan Spanyol yang bersedia mendanai perjalanan ‘menemukan kekayaan’ Columbus bercerita tentang ‘kisahnya’. Kata Columbus “Saya berjalan terus, saya yakin disana akan ada India, saya yakin….karena tidak ada ujung di dunia ini, kalau kita terus kita akan kembali ke Spanyol, tapi antara Spanyol tempat saya berangkat dan Spanyol tempat saya pulang ada banyak pulau, banyak tercipta kekayaan”. Columbus terdiam.

Saat Columbus mau bercerita lagi, seorang kapten kapal asal Inggris Miguel Eduardo yang lama bermukim di Spanyol berteriak “Kalau begitu saja saya bisa!!” kemudian banyak orang tertawa, bangsawan Sevilla adik dari Raja Ferdinand, Pangeran Franco de Mandura juga berteriak “Hanya beginikah lalu kamu bisa menemukan ketenaranmu, semua orang juga bisa?” kata sang Pangeran sambil mengibas-ngibaskan tangannya lalu meminum anggur. “Jika ini pekerjaan pelaut seperti kamu, monyet-pun akan menemukan India” kata-nya lagi dan ratusan orang tertawa mencemooh Columbus.

Columbus terdiam, tapi kejeniusannya tidak membuat ia marah. “Lucas..kemari” seru Columbus memanggil pembantunya. “Tolong ambilkan semua telur-telur yang sudah direbus” perintahnya lagi. Lalu Lucas mengumpulkan telur yang sudah direbus. “Nah, Tuan-Tuan bisakah Tuan membuat telur ini berdiri tapi tidak terguling”

Semua yang hadir berusaha membuat telur itu berdiri, tapi tak ada yang mampu. Pangeran Franco de Mandura teriak-teriak “Mainan apa pula ini” ia terus berpikir bagaimana telur itu berdiri. Begitu juga dengan semua orang, berusaha membuat telur itu berdiri.

Lalu Columbus berdiri dari tempat duduknya, “Apakah kalian tidak bisa membuat telur itu berdiri?” kata Columbus lelaki berperawakan tinggi besar, dengan mata setajam elang, hidung bengkok dan bibir tebal merah itu. Tangannya yang besar lalu mengambil telur dan meratakan salah satu ujung telur dengan sendok lalu telor itu berdiri. “Nah, bisa berdiri kan telur ini”.

“Kalau begitu saja saya, bisa….!!” Teriak beberapa orang, termasuk sang Pangeran.

“Nah itulah yang kalian lakukan, kalian “berpikir bisa” kalian “merasa bisa” tapi “tidak terbukti bisa”, beda antara “merasa bisa” dengan “terbukti bisa”. “Hal paling sederhana di dunia ini adalah setiap orang bisa melakukan sesuatu, setelah ditunjukkan bagaimana caranya” kata Columbus dengan suara keras dan bergetar. “begitulah dengan saya, ketika saya menceritakan tentang pengalaman saya menemukan “Jalan Menuju India” tapi kalian berteriak-teriak ‘kalau begitu saja saya bisa’, tapi kalian tidak melakukan apa-apa”…..

Semua orang terperangah…….baru mengerti, bagaimana bermakna-nya sebuah penemuan-.

Kita sering meremehkan hasil karya orang lain, kita sering meremehkan prestasi orang lain dan menganggap kita lebih bisa dari orang itu. Tapi kita tak pernah melakukan apa apa, ketimbang kita meremehkan orang lain, mencerca hasil karya orang lain, kenapa kalian tak mencari “Telur Columbus” di dalam diri kalian? Setiap orang memiliki daya potensi telur columbus-nya, setiap orang mampu menemukan sesuatu, untuk itulah diperlukan akal, kita jangan meremehkan karya orang, prestasi orang, karena hasil kerja mereka bisa kita contoh dan hargai, lalu kita juga berusaha menjadi penemu dalam kehidupan di dunia ini. “Ketika orang lain berprestasi, janganlah berpikir ‘Begitu saja dianggap prestasi, aku jauh lebih baik kalau aku mau, tapi aku tidak mau melakukan itu” . Tapi berpikirlah “Kalau dia bisa kenapa aku tidak, coba aku tiru dan kerjakan dengan lebih baik dan aku mau mengerjakan jalan yang sudah ditempuh orang berprestasi itu, dan aku berusaha hasilnya lebih baik daripada dia”.

Cobalah dalam hidup kita menemukan apa saja yang bisa bernilai bagi orang lain dan masa depan yang lebih baik. So… “Carilah Telur Columbus di dalam Dirimu”.

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: