bayupura

Seputar kehidupan kita

Menabur dan menuai kata

Suatu hari datanglah seorang pria setengah baya ke hadapan seorang bijak. “Guru, saya punya banyak kesalahan. Saya telah memfitnah, membohongi, dan menggosipkan teman saya dengan hal-hal negatif. Kini saya menyesal.”

 

Menurut pengakuannya, pria tersebut sudah mendatangi teman yang sering difitnahnya untuk meminta maaf. Meski demikian hatinya terus dihantui rasa bersalah sehingga mendorongnya untuk minta maaf kepada Tuhan. “Bagaimana caranya agar bisa diampuni Tuhan atas kesalahan saya ?”

Setelah mendengarkan uraian pria tersebut, Sang Bijak berkata, “Lihatlah bantal yang tergeletak di tempat tidurku. Nah, ambilah bantal itu dan bawalah ke alun-alun di tengah kota. Di sana, bukalah bantal itu sampai bulu-bulu ayam dan kapas di dalamnya keluar tertiup angin. Itulah bentuk hukuman atas kata-kata jahat yang telah keluar dari mulutmu.”

 

Meski kebingungan mendengar perkataan Sang Bijak, toh akhirnya pria tersebut menjalani ‘hukuman’ yang diperintahkan kepadanya. Di alun-alun ia membuka bantal dan dalam sekejap bulu ayam dan kapas berterbangan keluar dari dalam bantal tertiup angin.

 

Setelah selesai, ia kembali menghadap sang Bijak, “Saya telah melakukan apa yang Guru perintahkan. Apakah kini saya sudah diampuni ?”

 

Jawab sang Bijak, “Jangan senang dulu, kamu belum dapat pengampunan. Pasalnya, kau baru menjalankan separuh tugasmu. Kini, kembalilah ke alun-alun dan pungutlah kembali bulu-bulu ayam yang tadi berterbangan tertiup angin.” Ingat, kata-kata yang pernah keluar dari mulutmu akan menggema selamanya.

( Dikutip dari Majalah Intisari bulan April 2000 hal 185 )

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: